Rabu, 18 Februari 2015

Meneguk Inspirasi dari Para Pemimpi(n) - Part II

IMG_1753

Pada hari Sabtu, 14 Februari 2015, di aula gedung Sepakat Training Center, ada sekitar 43 orang peserta Roadshow Dream Maker yang hadir memenuhi ruangan. Mereka datang dari 10 sekolah yang diundang oleh Jaroe Aceh Youth Community (JAYC) untuk mengikuti training sehari (one day training) yang diadakan oleh The Leader. Mereka berasal dari SMAN 1 Lhokseumawe, SMA Sukma Bangsa, MAS Ulumuddin, SMA Muara Batu dan lain-lain.

Ada banyak hal menarik dari anak-anak muda ini. Bahkan hal itu membuat kita harus lebih banyak merenung dan berkaca diri. Betapa tidak? Mereka memang luarbiasa dan anak-anak muda pilihan yang unggul di bidangnya masing-masing. Saat sesi river of life  (sesi menggambar dan bercerita tentang perjalanan hidup) banyak dari mereka menceritakannya dengan antusias. Bahkan tak disangka-sangka ada beberapa dari mereka yang berlinang airmata. Sesi yang dipandu oleh Bang Roma dari The Leader tersebut berlangsung seru, karena peserta dibagi dalam beberapa tim dimana satu tim dipandu oleh seorang mentor yang berasal dari panitia.

Menariknya, pada sesi itu kita akan mendengar berbagai mimpi-mimpi besar dari peserta. Bukan tidak beralasan mimpi itu dirancang sedemikian besarnya, tentu itu karena potensi-potensi yang tak kalah hebatnya yang mereka miliki. Selama sesi berlangsung, kami dari panitia, mencoba menyimak cerita mereka. Mengagumkan! Ada salah seorang dari mereka yang pintar berbahasa Prancis dan juga Korea. Ada pula yang sudah menerbitkan karya sastra berupa kumpulan cerpen. Menariknya lagi ada yang sudah pernah naik haji dan keliling 11 propinsi di Indonesia. Yang tak kalah membanggakan, para peserta juga merupakan anak-anak berprestasi di sekolahnya, mereka sering jadi juara umum dan sering ikut olimpiade dan berbagi even kompetisi-kompetisi bergengsi lainnya.

Mengetahui itu semua, membuat kami dari panitia menjadi sangat bangga. Kami sangat salut dengan potensi, prestasi dan pencapaian mereka dan mimpi-mimpi mereka ke depan. Meskipun dalam hati kecil, kami merasa malu terhadap diri sendiri. Di Usia semuda itu, mereka sudah sangat dewasa. Terlepas dari rasa itu, sekali lagi kami merasa bangga dan bahagia bisa mneghadirkan mereka. Dari situlah, kami meneguk banyak pelajaran, banyak inspirasi berharga. Terimakasih  anak muda !

IMG_9541    IMG_1723  IMG_1830IMG_1833

Selasa, 17 Februari 2015

Meneguk Inspirasi dari Para Pemimpi(n) JAY-C


IMG_1637

Menjadi panitia penyelenggaraan Roadshow Dream Maker 2015 untuk siswa/i se-Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara adalah sebuah kebanggaan bagi para Anggota Jaroe Aceh Youth Community (JAYC). Ketika The Leader, sebuah organisasi pemuda yang ada di Banda Aceh mempercayakan kami menjadi panitia atau local patner, tentu JAYC merasa sangat tertantang. Tentu disamping itu para JAYCiers juga merasa sangat bersemangat dan antusias.

Tak mengherankan bila para panitia bekerja dengan sangat kompak. Dari setiap bidang kepanitiaan yang dibagikan, para panitia menjalankan kinerjanya dengan sangat baik. Ada 15 orang panitia yang aktif dalam kegiatan ini sejak awal persiapan hingga pelaksanaan hari H. Sebut saja diantaranya JAYCiers Irwan, Kak Syifa, Linda, Zarra, Federick, Aulia, Ferdian, Akim, dll. Kalian luarbiasa!

Padahal, kita sadar bahwa kita memulai semua dari awal. Dari hal-hal yang tidak pernah ada sebelumnya dan kemudian membuatnya mejndi ada. Mulai dari memikirkan logo, memikirkan design kop surat dan badge panitia, mendesign dan membuat stempel, membeli ATK, menuliskan ToR kegiatan, dan melakukan berbagai persiapan adminitrasi lainnya. Selain bertanggung jawab dalam hal adminitrasi, teman-teman juga ikut mengantarkan surat dan formulir pendaftaran dari sekolah ke sekolah dan beberapa hari kemudian mengambilnya kembali. Begitulah di tengah kesibukan kuliah, dan organisasi lainnya, dan juga kegiatan kunjungan JAYC, betapa para JAYCiers masih mau berkontribusi dalam kepanitiaan ini.

Apa yang membuat para JAYCiers bersemangat? Ya, mimpi dan semangat berbagi. Itulah yang terpancar jelas dari mereka semua. Ya, Mereka para penebar inspirasi.

Sebagai sebuah komunitas yang baru berdiri, JAYC mencoba memberikan yang terbaik agar acara Roadshow terrselenggara dengan sukses. Dan, hasilnya? Roadshow Dream Maker 2015 untuk siswa/i se-Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara berlangsung seru dan sukses.  Kami berhasil menjemput 43 orang Para pemimpi luaubiasa. Mereka berkumpul dan memberi inspirasi kepada kami. Terimakasih banyak atas kerja kerasanya para JAYCiers. Semoga ke depan JAYC akan mampu mengadakan acara yang lebih keren lagi dan mampu menebar lebih banyak inspirasi bagi pemuda.

IMG_9301           IMG_9144IMG_9194      IMG_9347

Puluhan Siswa Ikut Dream Maker Camp di Lhokseumawe

Laporan: Zahratil Ainiah

IMG_1814

LHOKSEUMAWE - Jaroe Aceh Youth Community (JAYC), sebuah komunitas pemuda di Lhokseumawe dan Aceh Utara, bekerjasama dengan The Leader menyelenggarakan pelatihan sehari (One Day Training) tentang kepemudaan. Kegiatan yang diikuti oleh 50 siswa yang ada di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara ini diselenggarakan di aula kantor Sepakat Training Center, Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Sabtu, 14 Februari 2015.

Dream Maker merupakan program pelatihan kepemudaan yang digagas oleh The Leader. The Leader mencoba memotivasi anak-anak muda di Aceh untuk menciptakan perubahan-perubahan dan mengarahkan pemuda untuk mewujudkan mimpi bagi masa depan Aceh yang lebih baik. Kegiatan ini mengusung tiga materi yaitu River of Life, Dream Revolution, dan Dream Plan. Hadir sebagai pemateri, perwakilan dari The Leader yaitu Ramadhan yang juga merupakan lulusan dari Indonesian Cultural Nasionalism 2014, dan juga inisiator dari Kampung Rencong Aceh serta Mifta Sugesty yang merupakan alumni Youth Exchange and Study (YES) of Amerika 2009.

Sebanyak 50 siswa yang yang diundang oleh Jaroe Aceh Youth Community untuk mengikuti kegiatan tersebut merupakan siswa pilihan dari 10 sekolah di Lhokseumawe dan Aceh Utara. Adapun ke 10 sekolah ini adalah SMAN 1 Lhokseumawe, MAN Lhokseumawe, SMA Sukma Bangsa SMKN 2 Lhokseumawe, SMKN 4 Lhokseumawe, Madrasah Aliyah Pesantren Ulumuddin, Madrasah Aliyah Pesantren Misabahul Ulum, SMA PT.PIM, SMAN 1 Muara Batu, dan SMAN 1 Samudra.

"Semoga dengan hadirnya Dream Maker di Lhokseumawe, peserta dapat bisa menggali potensi diri dan menjadi sosok inspirasi serta memberikan solusi bagi lingkungan sekitarnya. JAYC selaku lokal patner diharapkan mampu mengajak anak-anak muda untuk mewujudkan tujuan pendidikan mulai dari mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan," ujar Ketua The Leader, Muhammad Fathun.

Sementara itu, Ketua Jaroe Aceh Youth Community (JAYC), Nanda Feriana (Alumni Indonesian Youth Conference 2014), mengatakan kegiatan seperti Dream Maker ini sangat penting dilaksanakan di Lhokseumawe. “Selama ini jarang sekali diadakan pelatihan kepemudaan di Lhokseumawe dan Aceh Utara. Kita merasa ini perlu diikuti oleh anak muda Aceh, khususnya disini, Lhokseumawe. Disini mereka akan dibekali dengan pengetahuan sedari dini agar mengetahui potensi diri, sadar akan mimpi dan mampu merealisasikan mimpi-mimpinya,” ujar Nanda.[] 

IMG_1679   IMG_1727
IMG_9592   IMG_1688

Kamis, 12 Februari 2015

Bukan Sekadar Sentilan Sentilun

IMG_8577

07 Februari 2015 menjadi sejarah penting dalam hidup saya. Kejadian di hari itu membuat saya sadar sesadar-sadarnya. Ada sedikit cubitan kecil ketika kali itu saya dan teman-teman yang tergabung dalam komunitas JAYC (Jaroe Aceh Youth Community), mengadakan blusukan ke salah satu sekolah di Aceh. Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Darussalam namanya. Sekolah yang dipimpin oleh pak Mansur ini muridnya memang tak seberapa banyak. Tapi bagaimanapun juga mereka penerus bangsa. Sekolah dengan 54 orang siswa dan 13 guru itu membuat kerongkongan saya tercekat dan tidak mampu berucap banyak. Maka langsung saya putuskan untuk menuliskan apa yang ingin saya katakan agar pembaca dapat memahami perasaan siswa disana.

Apa permasalahannya? Mengapa MIS Darussalam yang berlokasi di Abeuk Reuleung, Kecamatan sawang, Aceh Utara meraih posisi utama saat ini di hati saya? Sehingga saya sangat terdorong untuk menjelaskan kepada teman-teman semuanya. Ada beberapa hal yang akan saya ceritakan dari pengalaman saya dan teman-teman JAYC. Sebelumnya, terimakasih untuk JAYC yang telah membuka mata, hati dan pikiran untuk terus bersyukur dan peka terhadap orang lain. Semoga kita dapat terus bekerja sama sebagai penggerak bangsa.

Mungkin jika kita jadi masyarakat sekitar desa Abeuk Reuleung, sulit bagi kita untuk memutuskan agar anak atau adik kita dapat bersekolah disana. Sudah pasti kita akan memilih sekolah yang bagus yang memungkinkan untuk menjamin kualitas pendidikan yang bagus pula. Namun apa yang harus kita lakukan, untuk tingkat sekolah dasar hanya itulah yang terdekat. Letaknya memang tidak jauh dari hiruk pikuk Krueng Geukuh, tapi keadaannya memprihatinkan. Hanya dua bangunan kelas yang dibangun atas bantuan pemerintah. Sisanya hanya kelas-kelas darurat yang itupun bisa dikatakan dalam keadaan kritis. Kelas darurat itu masih beralaskan tanah dan dinding anyaman bambu. Ditambah dengan pintu jebol, dan papan tulis yang buram menambah nilai kritis didalamnya. Persis suasananya seperti sekolah Lintang dan Ikal di film Laskar Pelangi. Bedanya, kelas-kelas tersebut belum sudi untuk rubuh.

Saya tidak tahu dimana perpustakaan, ruang UKS, ruang Guru, lapangan olahraga dan selebihnya seperti kebanyakan di sekolah lain. Pertemuan para guru dengan tamu dilakukan di balai sederhana yang juga terbuat dari kayu. Tidak ingin berfikir banyak, selama kegiatan saya berusaha untuk menahan kesedihan dan ikut tertawa dengan anak-anak bangsa. Berusaha tenang tanpa beban. Saya salut kepada mereka. Tidak perduli sekolah dimana, yang penting mereka harus bersekolah. Tidak perduli fasilitas infrastrukturnya, yang penting terus belajar. Tidak perduli mata pelajaran apa, yang penting belajar, sains dan IPS bagi mereka tidak ada bedanya. Yang penting semua dilakukan demi cita-cita mereka yang sederhana.

IMG_8563Ketika ditanya apa cita-cita mereka, hampir sebagian menjawab bercita-cita sebagai guru. Ya, mungkin saja karena mereka selalu melihat guru yang tetap bersedia mengajari. Sungguh guru-guru yang berjiwa besar. Nah sisanya, ada yang ingin menjadi ustad, dokter dan polisi. Cita-cita yang memang sangat sederhana dan juga wawasan yang seadanya. Hal ini terbukti pada saat inspirator saya, kak Asma bertanya pada seorang siswi “Adek mau keluar negeri gak nanti kalau udah gede ?” dia hanya menjawab dia hanya ingin ke Jakarta.

Patutnya kita bersyukur, berkuliah dimanapun kita, sekolah dimanapun kita. Yang penting kualitas diri bukan kualitas sekolah. Selama ini mungkin beberapa dari kita termasuk saya hanya mengeluh dan jarang bersyukur. Tapi coba lihat mereka, apa kita tidak malu karena kalah semangat dari mereka? Terserah pakaian apa, olahraga kah, hitam putih atau seragam pramuka. Yang penting tetap saja belajar. Tempa diri kita terus menjadi lebih baik, perluas wawasan dan pertemanan. Tentu meskipun dalam genangan lumpur, mutiara tetap tampak bercahaya.

Dan juga sampai saat ini saya masih tidak dapat memahami secara jelas. Apa yang sudah terjadi dengan Aceh? Bukankah Aceh daerah yang kaya? Bahkan Teuku Hasan Di Tiro menggambarkan jika kita mampu mengelola semua dengan baik, jalan-jalan pun akan terbuat dari emas. Tapi bukannya emas, malah kekejaman yang didapat. Pendidikan seharusnya jalan yang harus ditempuh untuk memutuskan rantai kemiskinan dan keterbelakangan. Namun faktanya kini ranah pendidikan pun masih saja dihambat dengan infrastruktur yang miris. Apa kita masih ingin kemiskinan? Apa kita masih ingin dalam keterbelakangan? Tentu pasti semua menjawab tidak. Apa yang harus kita lakukan ? Jangan sampai hal ini menghancurkan semangat tunas-tunas kecil bangsa Indonesia.

Penulis: Annisa, Mahasiswi Konsentrasi Public Relations Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh, anggota UKM-KSM Creative Minority dan Komunitas Jaroe Aceh Youth Community (JAYC).



Selasa, 10 Februari 2015

MIS Darussalam, Kami Datang!

IMG_8743

Sabtu 7 Februari 2015, Jaroe Aceh Youth Community (JAYC) berkunjung ke MIS Darussalam. Dalam kunjungan itu, hadir sekitar 18 orang relawan yang terdiri dari 13 orang anggota JAYC dan 5 orang partisipan. Tidak lebih dari sekitar 30 menit perjalanan dengan menggunakan sepeda motor (start dimulai dari Simpang KKA Krueng Geukuh) para relawan tiba di sekolah MIS Darussalam. Setiba disana, kami tersentak melihat bangunan MIS Darssalam yang cukup memprihatinkan.

MIS Darussalam adalah sebuah sekolah tingkat dasar swasta yang berada di pedalaman Aceh Utara tepatnya di Desa Abeuk Reulieng, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Sekolah ini dibangun oleh warga dengan dana sumbangan seadanya dari para warga pada tahun 2010. Sekolah ini kini masih dalam kondisi memprihatinkan (bisa dikatakan tidak layak huni). Berlantaikan tanah, berdindingkan tepas bambu,dan beratapkan daun rumbia. Akses jalan lumayan baik, hanya saja kondisi sekolah, anak-anak, dan para guru sangat membutuhkan perhatian dan bantuan.

IMG_8554

MIS Darusslaam saat ini memiliki lima kelas, (kurang satu kelas), yang terdiri dari kelas 1- kelas 6. Tiga kelas masih dalam kondisi memprihatinkan. Sementara dua kelas lagi sudah dibangun permanen walau ukurannya tidak begitu luas. MIS Darussalam hingga kini tidak memiliki perpustakaan sekolah. Sang kepala sekolah, membeli buku-buku pelajaran untuk dipakai sebagai alat penunjang belajar mengajar dengan menggunakan uang pribadi.

Ya, hingga saat ini tidak ada bantuan yang datang ke sekolah tersebut. Adapun jumlah murid MIS Darussalam secara keseluruhan berjumlah 55 orang dan jumlah guru sebanyak 13 orang. Tidak ada guru PNS atau sertifikasi di sekolah itu, seluruhnya honor murni dan hanya digaji 3 bulan sekali. Anak-anak dan para guru disana masih belajar dalam keadaan serba kekurangan. Saat ini yang paling anak-anak butuhkan adalah bangunan sekolah yang layak, buku tulis, alat tulis, buku pelajaran, buku bacaan dan juga perlengkapan sekolah seperti seragam dan tas.

Meskipun kondisi demikian sudah seringkali dipublikasikan oleh kebanyakan orang, dan juga media massa, namun dalam kunjugan JAYC kali ini, JAYC mencoba untuk kembali “mengingatkan” publik Aceh dan juga Indonesia untuk segera membantu MIS Darussalam keluar dari keterpurukannya. Para JAYCiers dan juga para partisipan yang hadir hari itu memang tidak membawa bantuan besar, namun mereka mencoba berbagi kepada anak-anak ala kadarnya dengan memberikan sedikit buku tulis, alt tulis dan juga kue sebagai snack.

Para relawan juga memberi mereka motivasi untuk meraih mimpi setinggi-tingginya, dan mengajarkan tentang kepemimpinan (leadership) di usia dini. Setelah mendengarkan kata-kata motivasi tentang cita-cita yang disampaikan oleh Kak Asmaul Husna, para anak-anak diajak untuk bermain games dan sulap.

Arie Iskandar, salah seorang pesulap muda dari Universitas Malikussaleh menghibur anak-anak MIS Darussalam dengan sulapnya yang atraktif dan humoris. Anak-anak ikut tertawa dan penasaran melihat penampilan dari sosok Arie. Mereka juga tampak riang ketika Arie turut membagikan permen sebagai hadiah. Setelah sulap, kami dari JAYC mencoba berbaur dengan anka-anak untuk bermain games perang-perangan.

Dalam games tersebut, para relawan turut serta. Lagu “disini senang-disana senang” ikut memeriahkan suasana.  Anak-anak tertawa gembira.  Setelah selesai bermain games, para anak-anak diminta menuliskan mimpi-mimpinya dan menempelkannya pada dua batang pohon harapan. Pohon itu akhirnya ditempel di kelas-kelas mereka agar bisa terus disaksikan setiap harinya.

Ya, hanya pohon harapan yang kami tinggalkan sebelum berpamitan pulang. Bukan uang atau lainnya. Ya, hanya pohon harapan, yang terus akan dilihat dan akan tumbuh besar dalam ingatan mereka. Pohon visual yang akan membuat daya imajinasi mereka melanglangbuana menuju kenyataan. Semoga para generasi MIS Darussalam mampu meraih setiap impian-impian mereka, mampu tumbuh besar menjadi orang besar.  Teruslah bermimpi wahai anak Negeri.

Salam Peduli dari kami, salam JAYC.

IMG_8475    IMG_8472

JAY-Ciers Sebar Undangan Dream Maker 2015

???????????????????????????????




Pada Kamis, 5 Februari 2015 yang lalu, Jaroe Aceh Youth Community (JAYC) mendatangi sekolah-sekolah dalam rangka menyebarkan surat undangan untuk pelaksanaan acara Roadshow Dream Maker 2015 untuk tingkat SMA se Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. Dalam kegaiatan itu, ada sekitar 9 orang para JAYCiers (sebutan para anggota JAYC) yang hadir. diantaranya seperti Akim, Ferdian, Fedderick, Linda, Zahra, Aulia, Kak Syifa, Naufal dan Nanda.


Sebelum berangkat, para JAYCiers berkumpul terlebih dulu di lapangan Hiraq, Lhokseumawe untuk melakukan briefing dan membahas tentang pembagian tim. Usai briefing, tepat pada pukul 10.00 pagi, tim akahirnya bergerak. Tim 1 terbagi atas 4 orang personil dan akan mengantarkan undangan ke MAN 1 Lhokseumawe, SMAN 2 Lhokseumawe, dan juga Pesantren Ulumuddin,  dan tim 2 terbagi atas 5 orang personil dan mengantarkan undangan ke  SMAN 1Lhokseumawe, SMKN 2 , dan SMKN 4 Lhokseumawe, dan tim gabungan (Tim & 2) ke Madrasah Aliyah Misbahul Ulum, Paloh.

???????????????????????????????

Ada 6 buah sekolah yang diantarkan undangannya pada hari itu. Sekolah–sekolah tersebut merupakan sekolah yang ada di seputaran kota Lhokseumawe. Saat tiba di sekolah, Alhamdulillah para JAYCiers disambut dengan baik. Pihak sekolah sangat antusias dengan acara ini. Setelah surat undangan yang dilengkapi pula dengan tor kegiatan tersebut selesai diantar, tim JAYCiers berkumpul lagi di lapangan Hiraq untuk kembali melakukan briefing.

Materi briefieng yang disampaikan saat itu adalah menyangkut persiapan Dream Maker sekaligus kunjungan ke MIS Darussalam, Desa Abeuk Reulieng, Kecamatan Sawang, Aceh Utara  yang rencananaya akan dilakukan pada hari Sabtu 7 Februari 2015. Setelah menyepakati tentang materi kunjungan, relawan yang terlibat, serta akomodasi, tim akhirnya membubarkan diri.

Sampai ketemu di MIS Darussalam. Salam sukses para JAYCiers untuk acara Dream Maker 2015 nya :)

Rabu, 04 Februari 2015

Rapat Pembentukan Kepanitiaan Dream Maker 2015

???????????????????????????????

Selasa 3 Februari 2015, teman-teman Jaroe Aceh Youth Comunity (JAYC) berkumpul di kantor Sepakat Training Center (STC) untuk membahas tentang pembentukan struktur pengurus dan pembentukan kepanitiaan Dream Maker 2015.Rapat yang diikuti oleh sekitar 9 orang itu dimulai dari pukul 10.00 wib hingga pukul 16.30 sore hari.  Rapat yang dipimpin oleh Nanda itu membahas tiga agenda utama yaitu pembentukan struktur kepengurusan tetap, materi kunjungan ke sekolah, dan juga menyusun kepanitiaan sebagai Local Patner roadshow Dream Maker 2015.  Selesai membahas tentang kepengurusan permanen JAYC, topik rapat beralih membahas tentang susunan panitia Dream Maker.

Nah, sebelum itu teman-teman tentu ingin tahu apa sebenarnya Dream Maker itu? Dream Maker adalah sebuah program  dari The Leader, yang bentuk kegiatannya adalah berupa pelatihan kepemudaan dimana pemuda dari seluruh Aceh berkumpul, berdiskusi dan saling menginspirasi”.

Beberapa tujuan dari kegiatan ini adalah menjadikan pemuda sebagai sosok inspirasi untuk terus berkarya sesuai dengan mimpi masing-masing dan membawa perubahan positif bagi lingkungannya, menjadi wadah pelatihan minat, bakat, dan kreativitas pemuda, menfasilitasi aksi dan ide pemuda dalam membangun perubahan untuk lingkungannya serta memberikan informasi dan membina pemuda agar dapat aktif terlibat baik dalam kegiatan lokal, nasional maupun internasional.


1790887_orig


Roadshow Dream Maker 2015 akan dilaksanakan di beberapa kota dan kabupaten di Aceh. Dalam Roadshow, akan dilakukan "one day training" kepada para pemuda yang terdiri dari mahasiswa dan juga siswa. Dalam sesi ini, pemateri yang diundang dari The Leader, akan berbagi mengenai materi river of life, dream plan, dan dream revolution. Melalui materi ini, para pemuda Aceh diajak untuk berani bermimpi dan berani mewujudkan mimpi-mimpinya. Sesuai dengan tagline nya "Dream It, Make It Happen!".

Menjadi local partner The Leader untuk acara roadshow Dream Maker 2015 di daerah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi JAYC. Itu sebabnya anggota JAYC mulai mempersiapkan kegiatan tersebut dengan sangat serius. Berikut cuplikan foto persiapan menuju 12 hari acara roadshow Dream Maker 2015 .


Foto Kegiatan Rapat (Foto direkam:Selasa,3/2/15)

???????????????????????????????        ???????????????????????????????           ???????????????????????????????

Selasa, 03 Februari 2015

Berbagi Inspirasi di "Warung Kopi" RRI

Berbagi Inspirasi di "Warung Kopi" RRI
JAYC saat sosialisasi di RRI Lhokseumawe (2015)


Kamis (29/1/15), Jaroe Aceh Youth Community (JAYC) berkunjung ke RRI Lhokseumawe untuk berbagi inspirasi dengan anak-anak muda lewat saluran udara 89.3 Fm, RRI programma 1 Lhokseumawe.

Dalam kunjungannya itu, JAYC berkesempatan mempromosikan diri dan mengajak anak-anak muda yang ada di Kota Lhokseumawe, Aceh Utara dan Aceh pada umumnya agar mau ikut berpartisipasi memperbaiki pendidikan Aceh hari ini melalui gerakan-gerakan sosial kepemudaan. JAYC menghimbau kepada seluruh para pendengar 89.3 Fm ini, khususnya yang muda, agar mau peduli, dan mau berbagi terhadap sesama.

Dalam kesempatan "Diskusi Warung Kopi" yang dipandu oleh penyiar Iqbal Suliansyah itu, JAYC bercerita tentang pengalaman kunjungan ke SDN 9 Nisam Antara yang dilakukan pada 19 Januari lalu, yang juga bertepatan dengan hari launchingnya komunitas ini. JAYC melalui kesempatan tersebut juga mengajak para pemuda untuk bergabung dalam salah satu program JAYC yakni MUDA MENYAPA.

IMG_8361

Sayangnya dalam kesempatan itu, tidak semua anggota JAYC berkesempatan hadir, hanya ada Muhammad Aulia, Akim Ritonga, Nanda Feriana dan juga kak Syifa Zakaria.

Namun meski sedikit dari segi jumlah anggota, suasana yang dibangun oleh sang penyiar, Bang Iqbal terasa sangat seru dan menyenangkan. Studio terlihat makin ramee. Terimakasih untuk kesempatannya berbagi inspirasi di "Warung Kopi RRI." Salam Inspirasi :)

JAYC Ikuti Roadshow GMB YA-YLF

JAYC Ikuti Roadshow GMB YA-YLF
JAYC Ikuti Roadshow GMB YA-YLF
Pada hari Selasa 27 Januari 2015 lalu, angggota Jaroe Aceh Youth Community (JAYC) mengikuti sosialisasi tentang Gerakan Mari Berbagi  (GMB) dengan  programnya  Youth Adventure dan Youth Forum Leader 2015. Sosialisasi ini dipandu langsung oleh salah seorang pemuda luarbiasa,yang juga alumni GMB 2014 asal Aceh yaitu Edi Fadhil. Kegiatan ini diikuti setidaknya 20 orang peserta, dimana beberapa Anggota lainnya berasal dari berbagai komunitas sosial yang ada di sekitar Lhokseumawe dan Aceh Utara seperti Lensa Sosial Komunikasi, Komunitas Menulis "Panteu", dan juga "LingkaUnimal".

Dalam presentasinya, Edi Fadhil memaparkan tentang apa sebenarnya program GMB? Gerakan Mari Berbagi (GMB) adalah gerakan yang mendorong pengarusutamaan sikap  dan nilai berbagi dalam kehidupan nyata sehari-hari, hidup yang melampaui kepentingan diri sendiri. Living beyond yourself. Mengenali eksistensi diri sendiri melalui berbagi. I share, therefore I am. 

Sedangkan Youth Adventure & Youth Leaders Forum adalah salah satu kegiatan yang diadakan oleh Gerakan Mari Berbagi (GMB)  yang dimaksudkan untuk memberikan kesempatan untuk para pemuka pemuda/i terpilih untuk mengenal diri sendiri lebih mendalam dengan berbagai aktivitas termasuk  membangun jejaring (networks) sesama para pemuka pemuda/i (youth leaders) maupun dengan mereka yang sudah sukses di bidangnya masing-masing (inspiring leaders).



Selama kegiatan sosialisais berlangsung, para peserta yang hadir antusias bertanya. Salah seorang Anggota JAYC, Irwan namanya, sempat beberapa kali mengajukan pertanyaan terkait dengan Youth Adventure. Youth Adventure adalah salah satu kegiatan GMB yang merupakan petualangan pemuda dengan mengambil tema "ziarah diri". Melalui kegiatan ini, para pemuda dibentuk mental dan fisiknya untuk menemukan "siapa dirinya sendiri" dengan cara berbagi.

Menempuh perjalanan darat dari Jogja ke Jakarta dengan uang 100 ribu rupiah di tangan tentu sebuah pengalaman yang menantang dan menabjubkan. Di sisi lain, uang itu juga harus didermakan kepada orang-orang yang membutuhkan. "Pressure condition" (keadaan tertekan) adalah suatu keadaan yang dirasakan, namun keadaan itulah yang membuat jiwa seseorang makin kuat, hati nuraninya tulus, serta otaknya cemerlang.


Setelah hampir dua jam berbagi tentang GMB, Bang Edi Fadhil akhirnya menutup sosialisasi dengan sebuah kalimat yang menggugah. Kalimatnya seperti ini "Air yang panasnya cukup akan mudah menyerap sari dari teh sampai habis sehingga menghasilkan warna teh yang sempurna. Begitu juga dengan diri kita. Semakin sulit kita digugah oleh keadaan, maka semakin maksimal pula energi yang kita keluarkan untuk memperbaiki keadaan". Salam semangat anggota JAYC, terimakasih bang Edi Fadhil telah berbagi kepada kami. Yuuk, terus berbagi.

Salam, Jaroe.