Rabu, 11 Maret 2015

Surat Untuk Anies Baswedan

997032_1063305807029211_6218151405859152153_n

Oleh: Nanda Feriana  (Founder Jaroe Aceh Youth Community)

Dear bapak Anies Baswedan, Menteri Pendidikan Republik Indonesia yang baik hatinya dan pemimpin luarbiasa, idola para pemuda. Terimakasih banyak atas kesempatan bertemu dengan bapak hari ini. Ketika sebelumnya hanya bisa melihat wajah meneduhkan dan bijaksana itu di televisi,dalam wawancara-wawancara, dalam dialog-dialog, atau dalam acara Mata Najwa. Maka hari ini saya dan kami semua hanya berjarak sekitar dua meter dari tempat duduk bapak. Pemandangan yang sangat langka. Tatapan bijaksana dan pembawaan yang berwibawa itu sangat mengagumkan. Really awesome day!

Pak Anies Baswedan Ph.D.,terimakasih karena telah hadir ke tengah-tengah kami disini, di Lhokseumawe, Aceh Utara. Sebuah daerah petrodollar berjuluk tanah Pasai yang konon katanya kaya hasil alamnya dan makmur rakyatnya. Terimakasih karena telah menyapa kami dengan bagaimanapun kondisi kami. Terlebih terimakasih karena telah mengirimkan para anak muda luarbiasa kesini, Para Pengajar Muda dari Indonesia Mengajar . Anak-anak muda pilihan Indonesia yang sangat berjasa , tak banyak bicara, bahkan jarang terekpos media massa.

Senang sekali bisa melihat bapak lebih dekat, sosok yag telah banyak melahirkan semangat, harapan untuk negeri ini. Salah seorang dari 20 Tokoh Pembawa Perubahan Dunia, 500 Muslim Berpengaruh di Dunia, penerima Young Global Leaders Award dan PASIAD Education Award. Pak Anis, pemimpin-pemimpin Aceh saat ini harus belajar banyak dari bapak. Ajarkan mereka untuk lebih baik.

Dan…Tahukah bapak? Kami sangat bangga sekaligus bahagia. Ketika nama komunitas kami,Jaroe Aceh Youth Community, dan komunitas peduli pendidikan lainnya seperti Aceh Menyala, Gerakan Pengajar Perubahan (GPP), Tandaseru Consulting, disebutkan dihadapan seluruh hadirin. Dihadapan para tamu undangan, para guru, para kepala UPTD, kepala Dinas, dan lainnya. Itu sangat mengharukan. Kami percaya bahwa bapak tak akan pernah membiarkan anak muda tak didengarkan dan diperhatikan.

Pak Anis, Yang paling membahagiakan lagi bukan soal bisa ketemu saja, tapi adalah ketika Bapak masih mau membaca sebuah tulisan sederhana yang kami sodorkan dan kemudian mau berfoto dengan tulisan itu . Sebuah tulisan berbunyi “Bye the hand, Let’s spread hope”. Teurimong Geunaseh Pak Mentri! . JAYC yang belum lama lahir, merasa telah mendapat restu yang sangat berharga. Foto tersebut bagai api pembakar semangat. Semoga banyak orang yang terisnpirasi untuk selalu berbagi dan menyebarkan kebaikan dan harapan seperti yang telah bapak lakukan.

Akhirnya, Terimakasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada para Pengajar Muda Indonesia.

Mengajar Angkatan 9, bang Ananta Rangga Permana Stokhorst, yang telah menghubungi saya, mengundang kami untuk bertemu langsung pak Anis Baswedan. Thanks bagi PM lainnya kak Dian Ayu, kak Melisa, Bang Wengky, dan juga Bang Agung. Terimakasih telah datang kemari dan mengubah Aceh kami menjadi lebih baik. Mari terus bersinergi untuk perubahan negeri. (Lhokseumawe, 9 Maret 2015)